GERD Bisa Picu Kanker? Begini Temuan Para Ahli dan Solusi Alami yang Mulai Banyak Dipilih
GERD atau gastroesophageal reflux disease kini menjadi gangguan pencernaan yang paling sering dikeluhkan masyarakat. Meski gejalanya terlihat ringan—seperti heartburn, mulut pahit, atau mual setelah makan—kondisi ini ternyata dapat menimbulkan masalah serius jika tidak ditangani secara tepat.
Dikutip dari laman Mayo Clinic, GERD terjadi ketika lower esophageal sphincter (LES) melemah sehingga asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan iritasi berulang. Jika dibiarkan, kerusakan jaringan bisa berlangsung kronis dan memicu perubahan sel pada dinding esofagus.
Kekhawatiran itu diperkuat oleh laporan American Cancer Society yang menyebut bahwa penderita GERD jangka panjang berisiko mengalami Barrett’s esophagus, yaitu perubahan struktur sel yang dapat berkembang menjadi kanker esofagus. Mengutip laporan lembaga tersebut, kondisi ini merupakan salah satu faktor risiko terbesar pada kasus kanker esofagus di seluruh dunia.
Hal senada ditemukan dalam studi kohort besar di Korea Selatan. Mengutip hasil penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed, peneliti mencatat adanya peningkatan risiko kanker esofagus dan laring pada penderita GERD yang tidak ditangani dalam jangka panjang.
Solusi Alami yang Mulai Banyak Dibicarakan: Tripang Emas
Di tengah meningkatnya kasus GERD, masyarakat mulai melirik pendekatan alami untuk mendukung pemulihan lambung. Salah satunya adalah Tripang Emas (Stichopus variegatus), bahan laut yang dikenal kaya senyawa bioaktif.
Dikutip dari jurnal ilmiah yang dipublikasikan melalui PubMed Central (PMC), teripang memiliki kandungan kolagen dan faktor pertumbuhan sel yang berpotensi mempercepat regenerasi jaringan. Selain itu, sebuah penelitian berbasis hewan yang dimuat dalam jurnal ilmiah UNESA menyebut bahwa ekstrak teripang mampu menormalkan pH lambung dan memperbaiki kondisi tukak.
Temuan tersebut mendorong beberapa produsen suplemen kesehatan mengembangkan produk berbahan Tripang Emas. Salah satunya adalah Nutrigamat, yang menghadirkan ekstrak teripang dengan konsentrasi lebih tinggi untuk membantu menjaga kenyamanan lambung dan mendukung proses pemulihan jaringan akibat GERD.
Namun, para ahli tetap mengingatkan bahwa bahan alami sebaiknya digunakan sebagai pendamping, bukan pengganti perawatan medis. Mengutip penjelasan dari laman Alodokter, terapi utama GERD tetap harus disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien.
Kesimpulan
GERD bukan sekadar keluhan asam lambung biasa. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan perubahan sel yang berpotensi mengarah pada kanker. Penanganan sejak dini—mulai dari pola makan, manajemen stres, hingga penggunaan suplemen pendukung seperti Tripang Emas—dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan lambung.
